Hegemoni tentara
oleh Muhammad najib azoa
Tersedia — sisa 2 eksemplar.
Harga belum termasuk ongkos kirim; biaya kirim dikonfirmasi penerbit setelah checkout.
| Penulis | Muhammad najib azoa |
|---|---|
| Kategori | Akademik & Profesi |
| Ketersediaan | Tersedia |
Sinopsis
Judul : Hegemoni tentara
Penulis :Muhammad najib azoa
Buku ini menganalisis pandangan sejumlah purnawirawan ABRI tentang doktrin Dwifungsi pada akhir kekuasaan Orde Baru. Bagaimana doktrin itu mendapatkan legitimasi dan implementasinya dalam kerangka sosial-politik yang ada saat itu. Ketika diterbitkan lebih dari dua dasawarsa lalu, nama-nama informan yang merupakan purnawirawan ABRI hanya diberi inisial berupa abjad: Jenderal A, B, C, D, dan E. Dalam terbitan baru ini, penulis membuka sedikit" siapa-siapa nama para jenderal itu dalam Prakata baru yang ditulisnya. Namun, penulis masih menyisakan teka-teki mengenal kecocokan nama yang telah disebut dengan néma Insial yang ada.
Buku ini perlu diperhatikan oleh semua orang yang tertarik mengenal penerapan teori sosial pada perkembangan politik Indonesia. Pembahasannya pada Ideologi politik ABRI canggih dan orisinal. Mengundang macam-macam pikiran baru mengenal peranan politik AlBRI pada masa depan. HERBERT FEITH dalam Kata Pengantar
Buku ini membidik dengan tepat ketika menyatakan bahwa Dwifungsi, selain sebagai sebuah ideologi adalah juga sebuah "konstruksi sosial la akan mengalami perubahan secars dinamis. Dalam tafsiran saya, benar bahwa Dwifungsi adalah sebuah konstruksi sosial, namun ia diciptakan untuk melayani kepentingan kekuasaan. Dwifungsi itu dikonstruksikan untuk melayani kepentingan-kepentingan yang berhubungan dengan kekuasaan. la kuat karena ditopang kekuasaan. la otomatis hilang ketika kekuasaan itu tumbang. ANTONIUS MADE TONY SUPRIATMA dalam Postscriptum
Dikrim dari: Ajibarang, Banyumas
Kondisi : Baru (segel)
Original 100%
Kategori yang sama
Buku serupa